PALANGKA RAYA, Kaltengmaju.Com–
Periode II Maret 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas
Perkebunan melaksanakan Rapat Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS)
Kelapa Sawit Produksi Pekebun di Aula Dinas Perkebunan Prov setempat. Rabu
(9/4/2025).
Rapat penetapan harga TBS untuk periode II Maret 2025 ini
berlaku untuk 16 s.d. 31 Maret 2025, untuk menghitung harga Minyak Sawit (CPO),
Inti Sawit (PK/Palm Kernel) dan Indeks K, sehingga dapat ditetapkan harga CPO
sebesar Rp14.645,16, harga PK sebesar Rp13.023,38, sedang indeks “K” menggunakan
periode I yaitu 91,44%.
Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil
(Lohsar), Achmad Sugianor, saat memimpin rapat menyampaikan, perhitungan harga
TBS yang dilakukan tersebut masih menggunakan pola lama yakni berdasarkan
Permentan Nomor 1 tahun 2018.
“Karena untuk Permentan Nomor 13 Tahun 2024 ini, masih
ada beberapa hal yang harus kita sesuaikan termasuk faktor koreksinya”,
ucapnya.
“Mudah-mudahan petunjuk teknis dan juklak (petunjuk
pelaksanaan) dari Dirjen Perkebunan segera turun, sehingga kita bisa
melaksanakan perhitungan sesuai Permentan yang baru”, kata Kabid Lohsar.
Kabid Lohsar juga mengharapkan, harga yang telah
ditetapkan tersebut bisa diterapkan di lapangan. Kemudian ia juga mengajak
Dinas yang membidangi perkebunan kabupaten/kota dapat bersama-sama untuk
mengawal harga, sampai ke petani-petani kita yang ada di Kalimantan Tengah.
Selanjutnya, hasil perhitungan yang telah dilakukan tim
Pokja Penetapan Harga menunjukkan bahwa harga TBS kelapa sawit untuk periode II
bulan Maret 2025 naik pada semua umur tanaman, yakni sebagai berikut: pada umur
tanaman 3 (tiga) tahun Rp2.596,82,- umur 4 (empat) tahun Rp2.832,81,- umur 5
(lima) tahun Rp3.060,91,- dan umur 6 (enam) tahun Rp3.150,04,-.
Pada umur 7 (tujuh) tahun Rp3.213,73,- umur 8 (delapan)
tahun Rp3.353,15,- untuk umur 9 (sembilan) tahun Rp3.442,13,- sedangkan pada
umur 10 - 20 tahun Rp3.551,80,- naik sebesar Rp33,96 dari periode sebelumnya.
Diinformasikan pula, usai melaksanakan penetapan harga
TBS dilanjutkan dengan kegiatan Sosialisasi Hasil Kajian Rendemen CPO dan Inti
Sawit pada TBS Pekebun Rakyat di Provinsi Kalimantan Tengah, yang sampaikan
oleh Tim Peneliti dari Pusat Peneliian Kelapa Sawit (PPKS) Medan
Tampak hadir pada kegiatan ini, mewakili Biro Ekonomi
Setda Prov. Kalteng, Tim Pokja Penetapan Harga TBS, dinas yang membidangi
perkebunan kabupaten/kota se Kalteng, perusahaan mitra, Forum Petani Sawit,
petani mitra dan perwakilan koperasi. (mmc/foto:
disbun)