Pembangunan Huma Betang Dimulai, Kalteng Perkuat Simbol Persatuan dan Budaya

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat memotong tali tiang pancang untuk dimulainya pembangunan Huma Betang di Palangka Raya. (Biro Adpim Pemprov Kalteng)


   PALANGKA RAYA, Kaltengmaju.com - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran resmi memulai pembangunan Huma Betang melalui pemancangan tiang perdana di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya sebagai simbol penguatan identitas budaya Dayak.

Agustiar mengatakan Huma Betang tidak hanya menjadi rumah adat, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebersamaan, gotong royong, dan toleransi yang menjadi filosofi masyarakat Kalimantan Tengah.

Bangunan tersebut dirancang sebagai pusat pemersatu seluruh sub suku Dayak di Kalimantan dan Borneo, sekaligus menjadi lokasi kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum nasional dan internasional.

Huma Betang akan dibangun dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter, berkapasitas lebih dari 10 ribu orang, serta dilengkapi galeri, museum, mes kontingen, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya dengan dominasi material kayu ulin.

Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan pembangunan dilakukan di lahan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng dengan mengusung konsep rumah panggung Dayak yang dipadukan dengan struktur modern tanpa menghilangkan nilai filosofisnya.

Pembangunan Huma Betang dibiayai secara bertahap melalui APBD Kalimantan Tengah, dengan anggaran tahap pertama tahun 2026 sebesar Rp39,2 miliar dan ditargetkan selesai pada 2027 serta dilaksanakan secara transparan dan profesional.

Sumber: Antara Kalteng
Lebih baru Lebih lama