Heriyus Monitoring Pasokan dan Harga Bapok Jelang Ramadhan

 


‎PURUK CAHU, Kaltengmaju.com – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus, bersama Perangkat Daerah dan instansi terkait melaksanakan monitoring ketersediaan pasokan serta harga barang kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan di sejumlah titik pasar dan toko setempat, Selasa (10/2).

‎Monitoring ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali selama bulan Ramadaan di tengah meningkatnya permintaan bahan pangan.

‎Bupati Mura, Heriyus menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan bahan pokok utama seperti beras, minyak goreng, gula, tepung dan kebutuhan pokok lainnya masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

‎“Hasil monitoring menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok di Murung Raya masih aman. Harga relatif stabil, meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas, namun masih dalam batas yang wajar,” ujar Heriyus.

‎Bupati Heriyus menjelaskan, beberapa komoditas memang menjadi perhatian khusus karena dipengaruhi oleh faktor distribusi dan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu, Pemkab Mura terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang dan selama Ramadan.

‎Dalam upaya menjaga stabilitas harga, bupati menegaskan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sangat strategis. Pemerintah daerah terus meningkatkan sinergi dengan distributor, pelaku usaha, serta instansi vertikal agar distribusi bahan pokok berjalan lancar hingga ke wilayah pelosok.

‎“TPID terus melakukan pemantauan intensif, khususnya menjelang Ramadaan. Apabila diperlukan, Pemerintah Daerah siap menggelar pasar murah sebagai langkah intervensi untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” jelasnya.

‎Bupati juga menekankan pentingnya strategi jangka panjang melalui penguatan produksi local dan mendorong pemberdayaan petani dan pelaku usaha daerah guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah secara bertahap. (ip/foto: diskominfosp)

Lebih baru Lebih lama