![]() |
| Area Manager Communication, Relation anf CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah–DIY Taufik Kurniawan. (Antaranews) |
Kaltengmaju.com – PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu negatif terkait campuran etanol pada bahan bakar minyak (BBM).
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah–DIY, Taufik Kurniawan, menjelaskan etanol telah digunakan secara luas di berbagai negara seperti Brasil, Amerika Serikat, dan Uni Eropa untuk menekan emisi gas buang.
“Etanol berasal dari fermentasi bahan nabati seperti tebu, jagung, atau singkong, dan hasil pembakarannya lebih bersih,” ujarnya di Semarang, Selasa.
Ia menambahkan, Pertamax Green mengandung 5 persen etanol yang tidak merusak logam maupun karet. Meski sempat muncul isu miring, penjualan Pertamax Green di Jawa Tengah justru meningkat dengan total 348 kiloliter atau 228 persen dari target tahun ini.
Pertamina berencana menambah outlet penyedia Pertamax Green, yang kini sudah tersedia di 14 SPBU di wilayah Jateng.
Sumber: Antaranews
.jpg)