| Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla. (Diskominfosandi) |
MUARA TEWEH, Kaltengmaju.com - Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar rapat evaluasi dan koordinasi untuk memperkuat penanganan peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (30/9/2026).
Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan saat membacakan pidato Bupati Shalahuddin menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan cepat dan proaktif karena masih ditemukan hotspot serta kebakaran bawah permukaan di sejumlah wilayah.
Pemkab Barito Utara meminta setiap laporan mengenai api, asap, maupun indikasi kebakaran segera diverifikasi dan ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Dalam rapat tersebut, sejumlah OPD melaporkan kondisi karhutla, layanan kesehatan dan kasus ISPA, kualitas udara, keberlangsungan pembelajaran, serta perkembangan cuaca dan potensi curah hujan.
Hasil evaluasi menunjukkan status tanggap darurat karhutla masih perlu dipertahankan karena potensi kebakaran diperkirakan berlangsung hingga Oktober, sehingga status tersebut diperpanjang mulai 2 Oktober hingga 15 Oktober 2026.
Bupati Barito Utara juga menekankan peran camat, kepala desa, dan lurah dalam menerima serta memverifikasi laporan masyarakat dengan dukungan sinergi lintas sektor untuk melindungi warga dan lingkungan.
Sumber: Diskominfosandi