| Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M Taufiqurrahman. (jurnalborneo.co.id) |
PALANGKA RAYA, Kaltengmaju.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis Berita Resmi Statistik (BRS) 2026 yang mencatat inflasi Januari 2026 sebesar 0,38 persen secara month-to-month, dengan pendorong utama berasal dari kenaikan harga kelompok makanan, minuman, tembakau, serta emas perhiasan.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng M. Taufiqurrahman menjelaskan komoditas seperti daging ayam ras, ikan gabus, ikan nila, beras, dan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi, sementara penurunan harga bawang merah dan cabai rawit menahan laju kenaikan harga.
Secara tahunan, inflasi Kalimantan Tengah tercatat 4,09 persen year-on-year, dipengaruhi kenaikan tarif listrik dan harga emas, sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2026 mencapai 134,67 atau naik 0,06 persen, didorong peningkatan harga gabah, karet, dan ayam ras pedaging.
Pada sektor perdagangan luar negeri, ekspor Kalimantan Tengah sepanjang 2025 mencapai USD 3,54 miliar meski turun 12,01 persen, sementara impor tercatat USD 37,70 juta sehingga neraca perdagangan tetap surplus, dengan ekspor didominasi batu bara dan minyak kelapa sawit.
BPS juga mencatat peningkatan kinerja pariwisata dan transportasi pada akhir 2025, di tengah penurunan luas panen dan produksi padi, meski potensi panen awal 2026 diperkirakan mulai membaik berdasarkan Kerangka Sampel Area.
Sumber: jurnalboreno.co.id