![]() |
| Disdik Kalteng menggelar rapat koordinasi secara daring. (Prokalteng) |
PALANGKA RAYA, Kaltengmaju.com — Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menggelar rapat koordinasi daring untuk mengevaluasi pelaksanaan Sekolah Gratis serta menyiapkan penguatan unit penunjang pendidikan dalam mendukung Program Huma Betang, Sabtu (17/1/2026).
Rapat yang diikuti lebih dari 400 pengawas dan kepala SMA, SMK, serta Sekolah Khusus se-Kalteng itu menunjukkan komitmen kuat satuan pendidikan dalam mendorong transformasi pendidikan yang adil dan berkelanjutan.
Plt Kepala Disdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyebut sebagian sekolah telah membebaskan peserta didik dari Biaya Penunjang Pendidikan dengan mengandalkan dana BOSP dan BOSDA, sementara lainnya menerapkan subsidi silang bagi keluarga mampu dan tidak mampu.
Ia mengungkapkan penurunan APBD Kalteng dari Rp10,2 triliun menjadi sekitar Rp5,3 triliun berdampak signifikan pada anggaran pendidikan, namun tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik yang tingkat kepuasan pesertanya mencapai 97,3 persen.
Disdik Kalteng juga mendorong transparansi pengelolaan BOS dan BOSDA melalui platform PENA Kalteng agar bantuan Sekolah Gratis benar-benar dirasakan peserta didik, khususnya di wilayah pedalaman.
Sumber: Prokalteng
.jpg)