PURUK CAHU, Kaltengmaju.com – Dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Kabupaten Murung Raya (Mura), Pemkab bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Mura menyelenggarakan Dialog Kependidikan dengan tema “Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Kabupaten Murung Raya.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Cahai Ondui Tingang,
gedung B kantor Bupati Mura dan diikuti ratusan guru dari berbagai kecamatan di
wilayah Murung Raya, Sabtu (29/11).
Turut hadir sebagai narasumber Wakil Bupati, Rahmanto
Muhidin, Ketua DPRD Mura, Rumiadi, Wakil Ketua I DPRD Mura, Dina Maulidah,
Praktisi Pendidikan, Yulianus, Ketua PGRI Mura, serta praktisi pendidikan,
Yulianus. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh pendidikan tersebut
memperkuat kualitas dialog yang diselenggarakan secara terbuka dan partisipatif.
Dialog kependidikan ini menjadi salah satu rangkaian
utama peringatan HUT PGRI dan HGN tahun ini. Selain dialog, juga digelar lomba
praktik pembelajaran kreatif, upacara peringatan, serta event Fun Run Murung
Raya Hebat Season I yang diselenggarakan bersama KORMI, KONI, Karang Taruna dan
PGRI. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran berolahraga bagi
masyarakat dan akan dilaksanakan di kawasan alun-alun kota Puruk cahu.
Dalam sambutannya, Bupati Mura, Heriyus melalui Wabup
Mura, Rahmanto Muhidin menegaskan guru merupakan pilar utama pembangunan sumber
daya manusia.
“Apresiasi kepada seluruh guru yang telah mengabdikan
diri demi mencerdaskan generasi muda, baik di wilayah perkotaan maupun di
pelosok Kabupaten Murung Raya,” tutur Wabup Mura.
Selain itu, dialog juga membahas pentingnya perlindungan
guru, terutama terkait keamanan kerja dan perlindungan hukum dari tindakan
intimidasi, kekerasan, maupun perundungan. Para peserta menekankan perlunya
sistem yang menjamin lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi guru maupun
siswa.
Salah satu isu yang dikaji adalah tata kelola dan
rekrutmen guru, mencakup evaluasi mekanisme penerimaan guru, pemerataan
distribusi, serta peningkatan profesionalitas tata kelola pendidikan.
Pemerintah daerah menegaskan pentingnya proses rekrutmen yang selektif,
berbasis kompetensi dan sesuai kebutuhan daerah untuk memastikan kualitas
layanan pendidikan.
Melalui dialog ini, peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN
2025 di Kabupaten Murung Raya diharapkan semakin memperkuat sinergi antara
pemerintah, lembaga pendidikan dan tenaga pendidik. Kolaborasi tersebut
diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pendidikan yang lebih baik
demi tercapainya cita-cita Guru Hebat, Indonesia Kuat. (ip/foto: pikp)
