![]() |
| Arsip foto - Tentara Israel terlihat di Jalur Gaza. (Antaranews) |
Kaltengmaju.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan militer memulai pendudukan Kota Gaza, Rabu (20/8/2025), dengan mengesampingkan usulan gencatan senjata dari Mesir, Qatar, dan AS.
Netanyahu menegaskan operasi ini ditujukan untuk mempercepat perebutan basis Hamas. Menteri Pertahanan Yoav Gallant sebelumnya telah menyetujui pelaksanaan Operasi Gideon’s Chariots 2, yang melibatkan lima divisi IDF dan 60 ribu tentara cadangan.
Meski Israel mengklaim telah menguasai 75 persen Jalur Gaza, operasi darat penuh masih menunggu keputusan Kabinet Keamanan pada Kamis (21/8). Sementara itu, negosiasi pertukaran sandera tetap berjalan meski Netanyahu menolak kesepakatan parsial.
Agresi Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 62.100 warga Palestina. Netanyahu dan Gallant juga menghadapi surat perintah penangkapan ICC atas dugaan kejahatan perang, serta gugatan genosida di ICJ.
Sumber: Anadolu
.jpg)