[ALANGKA RAYA, Kaltengmaju.Com
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya (Disbudpar) kembali menggelar
panggung seni budaya dalam rangkaian Kalteng Ramadan Festival 1446 H. Acara
yang berlangsung pada Sabtu (8/3/2025) di Area Bundaran Besar, menjadi bagian
dalam National Halal Fair Kalimantan Tengah 2025.
Kegiatan ini dibuka Plt. Sekretaris Disbudpar Kalteng, Agung
Catur Prabowo, mewakili Kepala Dinas yang dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi atas semangat dan partisipasi masyarakat dalam festival ini.
"Panggung seni budaya ini merupakan bagian dari upaya
kami untuk menghadirkan hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga
memberikan nilai-nilai edukasi Islami bagi masyarakat. Kami ingin memastikan
bahwa seni dan budaya tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat Kalimantan
Tengah," ujarnya.
Catur juga menambahkan, festival ini diharapkan dapat
mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan. "Kami berharap kegiatan ini
bisa menjadi ajang silaturahmi, menguatkan kebersamaan, serta menanamkan
kecintaan terhadap seni Islami. Dengan adanya berbagai lomba dan hiburan ini,
kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat
mereka," imbuhnya
Acara ini menampilkan para pemenang Lomba Dai Cilik yang
sudah menampilkan kemampuannya di siang hari. Tiga terbaik diberikan kesempatan
untuk kembali menyampaikan dakwah mereka di hadapan penonton. Selain itu
penampilan hiburan Islami yang indah dari talenta lokal yang menghadirkan
lantunan musik religi yang syahdu dan penuh makna juga menambah semaraknya
suasana.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan
Tengah, Adiah Chandra Sari, berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan mampu
memberikan hiburan, inspirasi, dan motivasi bagi masyarakat, terutama generasi
muda.
Kalteng Ramadan Festival 2025 akan terus berlanjut dengan berbagai agenda menarik lainnya, seperti lomba dakwah ekonomi syariah, lomba vocal solo islami, lomba fashion show Islami, bagarakan sahur hingga lomba tari kreasi islami. Ajang ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan religi dan budaya. (mmc/foto: disbudpar)
