![]() |
| Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi. (lenterakalimantan) |
PALANGKA RAYA, Kaltengmaju.com - Kemarau ekstrem di Kalimantan Tengah memunculkan persoalan baru berupa keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah, terutama kawasan pedesaan.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi meminta pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Ia menilai penanganan karhutla tetap penting, tetapi kebutuhan air untuk konsumsi dan aktivitas sehari-hari juga harus dipastikan agar tidak semakin membebani warga.
Junaidi mendorong pemerintah lebih proaktif memperluas distribusi air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan parah serta memastikan penyalurannya berjalan optimal.
Hingga pertengahan September 2026, Pemprov Kalteng tercatat telah menyalurkan 1.859.450 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kemarau.
Junaidi mengapresiasi langkah tersebut dan meminta pemerintah menyiapkan strategi jangka panjang agar daerah lebih siap menghadapi potensi kekeringan pada periode berikutnya.
Sumber: Lentera Kalimantan
.jpg)