![]() |
| Kapolres didampingi sekda Barito Utara saat membacakan amanat Kapolda Kalimantan Tengah. (Foto : Istimewa) |
Muara Teweh, Kaltengmaju.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara mengambil langkah proaktif dalam menyikapi peringatan dini anomali cuaca ekstrem yang dikenal dengan sebutan "El Nino Godzilla". Menghadapi potensi kekeringan ekstrem tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Muhlis, secara langsung menghadiri Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.
Kegiatan strategis ini diselenggarakan di halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Barito Utara, pada Jumat (17/4/2026). Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi risiko kebakaran hutan yang diprediksi akan meningkat tajam di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Utara.
Turut hadir dalam apel tersebut, Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., Pasiops Kodim 1013/Muara Teweh Kapten Inf. Trio Pramono, serta barisan peserta yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP, Manggala Agni, Dinas KPHP, beserta jajaran pejabat utama dan personel Polres Barito Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Barito Utara membacakan amanat dari Kapolda Kalimantan Tengah yang menekankan pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama saat memasuki fase musim kemarau.
Sejalan dengan arahan tersebut, Sekda Muhlis menyampaikan bahwa peran aktif seluruh elemen masyarakat bersama instansi terkait sangatlah krusial. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung langkah operasional Polri, TNI, dan instansi teknis lainnya dalam upaya mitigasi bencana alam ini.
“Kehadiran kita hari ini adalah bukti kesiapsiagaan kita. Fenomena El Nino Godzilla menuntut kita untuk bekerja lebih ekstra. Jangan sampai kabut asap mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat kita di Barito Utara,” ujarnya.
Usai pelaksanaan upacara apel, Sekda Muhlis bersama Kapolres Barito Utara melakukan inspeksi dan pengecekan langsung terhadap barisan personel serta kesiapan peralatan pemadam kebakaran. Pemeriksaan teknis ini mencakup fungsi mesin pompa air dan ketersediaan selang guna memastikan daya jangkau air memadai, khususnya untuk area hutan yang jauh dari sumber air permanen.
Pengecekan juga menyasar pada armada kendaraan operasional, termasuk mobil tangki milik BPBD dan kendaraan taktis jajaran Polres Barito Utara. Selain itu, kesiapan perangkat alat komunikasi tak luput dari inspeksi demi memastikan tidak adanya kendala jaringan saat koordinasi antarposko di tingkat kecamatan dilakukan.
Melalui apel gelar pasukan ini, diharapkan seluruh instansi terkait di Kabupaten Barito Utara memiliki kesamaan visi dan pola tindak operasional dalam penanganan darurat Karhutla. Sinergi lintas sektoral ini diyakini mampu meminimalisir dampak buruk dari fenomena cuaca ekstrem yang melanda sepanjang tahun 2026. (slh)
