Tim pengawas mutu dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng memimpin langsung inspeksi tersebut.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menegaskan bahwa komoditas tanaman pangan dan hortikultura merupakan sektor strategis yang membutuhkan pendampingan dari hulu hingga hilir."Dari aspek pascapanen dan pemasaran, peran kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha atau distributor diharapkan saling bersinergi untuk memastikan jaminan kualitas mutu dan peredaran produk pangan segar asal tumbuhan yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga. Termasuk beras sebagai komoditas pangan strategis, perlu adanya jaminan mutu yang memastikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku," urai Rendy Lesmana.
Rendy menambahkan, pengawasan produk yang beredar di pasar merupakan tugas utama fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian untuk menjaga kepercayaan masyarakat. melalui kolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, ia berharap beras Kalteng tidak hanya mampu memenuhi kuantitas pasokan, tetapi juga memenuhi standar kualitas beras SPHP.
Pihak BULOG menyambut positif langkah proaktif pemerintah daerah ini. Perwakilan manajemen Perum BULOG Divre Kalteng, Putra, menyatakan bahwa inspeksi ini sejalan dengan komitmen perusahaan. "Kami sangat mendukung kegiatan pengawasan mutu ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar keamanan pangan. BULOG terus berupaya menjaga kualitas beras mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi kepada masyarakat," tutur Putra.
Tim teknis Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Dinas TPHP Kalteng, Ita Susilawaty dan Raisa Novita, mengeksekusi langsung pengambilan sampel tersebut. Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Elen Selviana, serta Kepala Gudang Bulog, Leksono Widodo, turut mendampingi dan menyaksikan prosesnya guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Ketua OKKPD Provinsi Kalteng, Agus Candra, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium PT. Eurofins Angler Biochemlabs di Surabaya yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN)."Melalui kegiatan pengawasan dan pengujian mutu ini, diharapkan beras SPHP yang beredar di wilayah Kalimantan Tengah benar-benar memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah bersama Perum BULOG dalam menjaga kualitas pangan serta mendukung stabilitas pasokan dan harga beras bagi masyarakat," pungkas Agus Candra.
sumber : mmc kalteng