Dari Banjarbaru Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

 


BANJARBARU, Kaltengmaju.com – Setidaknya 166 sekolah rakyat seluruh Indonesia diresmikan Presiden RI, Prabowo Subianto, Senin (12/1) terpusat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Balai Besar Pelatihan dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS).

‎‎Kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut disambut hangat puluhan siswa siswi sekolah rakyat. Tak hanya datang untuk meresmikan, Presiden Prabowo juga sempat berkeliling meninjau kegiatan di SRT 9 dengan didampingi Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

‎‎Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming,  berbasis pendidikan asrama khusus untuk anak-anak yang datang dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

‎‎Tujuan sekolah rakyat ini sendiri adalah untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi, memperluas akses pendidikan serta menyiapkan generasi emas 2045. Disekolah ini para siswa siswi akan mendapat fasilitas berupa pemeriksaan kesehatan rutin, talent mapping, kompetensi dasa akademik, penguatan kedisiplinan, asrama, seragam berserta perlengkapan sekolah, makan 3 kali dan snack 2 kali sehari.

‎‎Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pendirian sekolah-sekolah tersebut.

‎‎"Saya bangga dengan tim saya. Kita akan terus membuktikan hasil kerja nyata kepada rakyat Indonesia dalam minggu, bulan, dan tahun-tahun mendatang,” ujar Presiden dikutip dari laman infopublik.id

‎‎Ia menegaskan, pembangunan tidak dapat dilakukan secara instan. Meski demikian, pemerintah terus melangkah cepat dan bertahap dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.

‎‎“Saya tidak memiliki tongkat Nabi Musa atau tongkat Nabi Sulaiman. Tapi insyaallah, setapak demi setapak, kita bekerja dengan cepat. Perjalanan seribu kilometer dimulai dari satu langkah, dan kita sudah menempuh banyak langkah,” ucapnya.

‎‎Presiden menyebut peresmian Sekolah Rakyat sebagai langkah berani dan terobosan penting dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak Indonesia, terutama yang berada di daerah sulit dijangkau.

‎‎Ia mengingatkan kembali tujuan utama kemerdekaan Indonesia adalah untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Hal ini sejalan dengan amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. “Melindungi berarti melindungi dari kelaparan, kemiskinan, penderitaan dan penyakit. Inilah esensi dari bernegara,” tandasnya.

‎‎Disisi lain, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, melaporkan 166 sekolah rakyat yang diresmikan tersebar di 131 kabupaten/kota. Seluruhnya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

‎‎"Anak-anak yang masuk sekolah rakyat, kebanyakan datang dari kondisi yang rentan. 60 persen orang tua mereka berkerja sebagai buruh harian lepas, kuliv bangunan, buruh tani, dll. Mereka umumnya berpenghasilan tidak tetap, bahkan 67 persen berpenghasilan dibawah 1juta perbulan. Dan 65 persen memiliki tanggungan keluarga diatas 4 orang," tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

‎‎Diungkap Mensos, 4.454 siswa sekolah rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah mengenyam bangku pendidikan. 298 siswa sekolah rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah dan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja diusia yang sangat muda.

‎‎"Kami juga menemukan kenyataan yang lebih sunyi, banyak siswa berasal dari orang tua tunggal, bahkan dengan mengalami kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.

‎‎Sejak mulai dijalaninya program ini pada Juli 2025 lalu, Gus Ipul melihat langsung perubahan yang terjadi terhadap anak-anak sekolah rakyat baik dari segi kesehatan, perilaku serta akademik.

‎‎"Pada segi kesehatan, berat dan tinggi badan mereka meningkat, kebugaran membaik dan anemia menurun. Bahkan tidak sedikit, seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu 3 bulan. Terlihat sederhana tetapi sangat mendasar sebagaimana pesan bapak presiden, anak yang sehat memiliki kesempatan untuk belajar yang lebih baik," ucap Mensos.

‎‎Perubahan yang terjadi pada mental dan perilaku, anak-anak menjadi lebih disiplin, lebih lembut dalam bersikap, tidak mudah mengantuk dikelas, dan semakin mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak diantara mereka meraih prestasi membanggakan.

‎‎"Melalui program ini kami belajar satu hal, ketika anak-anak mendapatkan rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh. Dan dapat lebih optimis menghadapi masa depannya," tandas Gus Ipul. (ab/foto: setkab)

Lebih baru Lebih lama