Sanae Takaichi, Tokoh Konservatif yang Siap Jadi PM Perempuan Pertama Jepang

Arsip - Sanae Takaichi berbicara dalam kampanye pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) di Tokyo, Jepang. (Antaranews)


 Kaltengmaju.com – Jepang berpotensi dipimpin perdana menteri perempuan pertama setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) memilih Sanae Takaichi sebagai ketua partai, Sabtu (4/10).

Takaichi, 64 tahun, lahir di Prefektur Nara dan mengawali karier sebagai penulis serta penyiar sebelum terjun ke politik. Ia pertama kali terpilih ke Majelis Rendah pada 1993 dan kini sudah sembilan kali menjabat.

Dalam pemilihan ketua LDP, Takaichi mengalahkan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi dengan selisih 29 suara. Ia akan melanjutkan masa jabatan dua tahun menggantikan Shigeru Ishiba yang mundur pada September.

Jika resmi menjabat, Takaichi akan menjadi perdana menteri ke-104 Jepang sekaligus perempuan pertama yang memimpin negara itu.

Mantan Menteri Dalam Negeri era Shinzo Abe ini dikenal berpandangan konservatif dan nasionalis. Ia sejalan dengan kebijakan Abe dalam memperkuat pertahanan dan bersikap tegas terhadap China.

Dalam pidato kemenangannya, Takaichi menegaskan komitmennya membangun kembali LDP. “Kita harus bekerja tanpa lelah demi Jepang,” ujarnya.

Takaichi juga dikenal dekat dengan kelompok ultranasionalis Nippon Kaigi dan beberapa kali menuai kontroversi karena kunjungannya ke Kuil Yasukuni, yang dikritik oleh Korea Selatan dan China.

Sumber: Anadolu

Lebih baru Lebih lama