![]() |
| Ilustrasi - Warga menjual mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Debe money changer, Banda Aceh, Aceh. (Antaranews) |
Kaltengmaju.com – Nilai tukar rupiah melemah 57 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp16.618 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (8/10), dipengaruhi pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa komentar dari Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid dan Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari mendorong penguatan dolar AS karena menegaskan perlunya kebijakan ketat untuk menekan inflasi.
Selain faktor eksternal, pelemahan rupiah juga dipicu penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi 148,7 miliar dolar AS pada September 2025, terendah sejak Juli 2024.
“Turunnya cadev memberi sentimen negatif tambahan bagi rupiah,” kata Lukman.
Sumber: Antaranews
%20di%20Debe%20money%20changer,%20Banda%20Aceh,%20Aceh.%20(Antaranews).jpg)