Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TP PKK, kepala OPD, pengawas pendidikan, guru, peserta lomba, serta tokoh masyarakat, menandai dukungan luas terhadap pelestarian bahasa daerah di tengah modernisasi.
Bupati H. Shalahuddin dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Muhlis menekankan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari kearifan lokal, budaya kesenian, dan identitas masyarakat Barito Utara yang beragam.
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati, melaporkan FTBI ke-3 ini diikuti 206 siswa dari 47 sekolah SD dan SMP, dengan bahasa yang direvitalisasi mencakup Bakumpai, Maanyan, dan tambahan Bahasa Tewoyan.
Berbagai lomba digelar, antara lain Karungut, Dongkoi, Komedi Tunggal, Cipta Puisi, Mendongeng, Pidato, dan Menulis Cerita Pendek, dengan penghargaan berupa piagam peserta, piagam juara, dan uang pembinaan bagi pemenang.
Sumber: Neonusantara.id
