Bunda PAUD Barito Utara Tekankan Pentingnya Bahasa Daerah sebagai Jembatan Pemahaman dan Warisan Budaya

Bunda PAUD Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, menyebut FTBI 2025 sebagai momentum pelestarian bahasa daerah dan penerapan bahasa ibu di sekolah, Kamis (16/10/2025). (neonusantara.id)


  MUARA TEWEH, Kaltengmaju.com – Bunda PAUD Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, menyebut Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 sebagai momentum penting untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus memulai penerapan bahasa ibu di sekolah-sekolah se-Barito Utara, Kamis (16/10/2025).

Hj Maya mengapresiasi langkah progresif Dinas Pendidikan dalam program revitalisasi bahasa daerah dan menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi identitas budaya serta jembatan pemahaman antar manusia.

Festival tahun ini meresmikan penggunaan bahasa Bakumpai, Manyan, Saboyan, dan Dusun Malang setiap Kamis pada minggu pertama setiap bulan di sekolah, sesuai Instruksi Bupati Barito Utara. Hj Maya berharap kebijakan serupa dapat diterapkan di OPD, memperkuat budaya dan kebanggaan terhadap bahasa daerah.

Ia menekankan bahwa penerapan bahasa daerah sejak dini membentuk karakter dan kebanggaan generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya yang tidak ternilai.

Bunda PAUD menambahkan, festival ini diharapkan mendorong semangat mencintai bahasa ibu sejak PAUD, sehingga Barito Utara tetap aktif dalam program revitalisasi bahasa daerah secara nasional di masa depan.

Sumber: Neonusantara.id

Lebih baru Lebih lama