.jpg) |
| Bursa Efek Indonesia. (Antaranews) |
Kaltengmaju.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan penyesuaian kebijakan free float atau porsi saham publik akan mempertimbangkan kondisi emiten dan kemampuan investor.
“Setiap kebijakan harus memperhatikan dua sisi tersebut agar tercipta keseimbangan pasar dan likuiditas yang baik,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Selasa (14/10).
Nyoman menyebut BEI tidak hanya fokus pada batas minimum free float, tetapi juga mendorong IPO berskala besar untuk meningkatkan nilai kapitalisasi pasar. Ia menegaskan seluruh regulasi disusun dengan kajian dan dengar pendapat bersama pemangku kepentingan.
OJK pun menyatakan siap mendukung kenaikan bertahap batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 10 persen, bahkan hingga 30 persen ke depan.
Sumber: Antaranews