PALANGKA RAYA, KaltengMaju.com - Sebagai upaya menyukseskan transformasi kesehatan, RSJ Kalawa Atei menerima kunjungan dari tim pengampuan kesehatan jiwa regional 3, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, di Aula Gaharu, Rabu (30/10).
Kunjungan ini bertujuan untuk visitasi sekaligus
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama 2 jejaring pengampuan prioritas layanan
kesehatan jiwa di Kalimantan Tengah.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk optimalisasi
penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa melalui rumah sakit jejaring
pengampuan kesehatan jiwa, khususnya di Kalteng agar dapat meningkatkan
kualitas pelayanan jiwa, meningkatkan kemandirian Orang Dengan Gangguan Jiwa
(ODGJ) dan penanganan secara dini Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), serta
mempertahankan masyarakat agar tetap sehat jiwa di Indonesia.
Tim pengampuan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang melakukan
pembinaan dan sosialisasi perkembangan jejaring pengampuan layanan kesehatan
terhadap RSJ Kalawa Atei sebagai salah satu rumah sakit jiwa pengampu di
wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Pada kegiatan tersebut, Tim pengampuan RSJ Prof. Dr.
Soerojo Magelang yang dipimpin Rukmono Siswishanto disambut langsung Direktur
RSJ Kalawa Atei, Seniriaty beserta seluruh pejabat struktural dan perwakilan
instalasi/unit terkait.
Jejaring Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa ini
merupakan langkah nyata implementasi dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.01.07/MENKES/1495/2023 tentang Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan
Kesehatan Jiwa yang mana RS Kalawa Atei masuk ke dalam kategori rumah sakit
utama, sekaligus menjadi pengampu rumah sakit madya dalam pelayanan kesehatan
jiwa di Kalteng.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Seniriaty mengatakan
sangat bangga RSJ Kalawa Atei bisa menjadi pengampu untuk RSUD dengan layanan
jiwa di Bumi Tambun Bungai.
“Kiranya tugas dan tanggung jawab sebagai pengampu ini
bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepada RSUD yang diampu, kami
berharap agar dapat menjalin kerja sama yang baik dengan tujuan yang sama,
yakni meningkatkan kualitas kesehatan jiwa di seluruh Kalteng,” ujarnya.
Selanjutnya, Direktur RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang,
Rukmono Siswishanto dalam paparannya menyampaikan, sesuai dengan visi
pengampuan bagi RS Kalawa Atei dan jejaringnya, rumah sakit mitra memenuhi
standar pelayanan yang dimitrakan dan berkemampuan untuk bertumbuh kembang
secara berkelanjutan. Sehingga dapat mencapai tujuan rumah sakit pengampuan
yakni tercapainya kemandirian RS mitra, bukan menciptakan ketergantungan.
“Selain itu, beberapa dampak nyata adanya kerja sama
seperti melengkapi standar yang belum terpenuhi, naik kategori atau naik level
dan membangun jejaring ekosistem pelayanan kesehatan jiwa,” tuturnya.
Setelah berjalannya kerja sama pengampuan layanan
prioritas ini, maka diharapkan ke depannya rumah sakit yang ada di Kalteng
dapat setara dengan rumah sakit lainnya, sehingga pasien dapat ditangani di
daerah tanpa harus melakukan pengobatan atau di rujuk ke rumah sakit provinsi
lain, karena sudah terpenuhinya layanan kesehatan di rumah sakit yang ada di
Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini dihadiri pula Rumah Sakit Jejaring yang akan diampu RS Kalawa Atei, yaitu RSUD dr. Doris Sylvanus, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, RSUD dr. Murjani Sampit, RS Kuala Pembuang, RS Mas Amsyar Kasongan, dan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. (ril/foto: mmc)
